OKU Timur, Kiri Media – Tema hari jadi Kabupaten OKU Timur tahun ini terdengar menenangkan sekaligus menantang, “Melangkah Bersama, Maju Lebih Cepat dalam Bingkai Kemuliaan.” Sebuah kalimat yang, jika dibaca pelan-pelan, mengandung banyak harapan. Angkanya pun 22, angka yang dalam simbolisme sering disebut sebagai pembangun. Bukan yang gemar berjanji, melainkan yang sabar membangun fondasi.
Dua angka 2 yang berdampingan itu seolah memberi isyarat sederhana, melangkah sebaiknya seirama. Dalam pembangunan, kebersamaan bukan soal siapa yang paling depan, melainkan siapa yang memastikan tak ada yang tertinggal. Sayangnya, kebersamaan sering kali menjadi konsep yang indah di spanduk, namun menantang di lapangan.
Frasa “maju lebih cepat” tentu mudah disepakati. Siapa yang ingin lambat? Namun pengalaman banyak daerah menunjukkan bahwa cepat tanpa arah sering kali menghasilkan pekerjaan ulang. Infrastruktur berdiri, lalu diperbaiki. Program berjalan, lalu dievaluasi dengan kalimat yang sama, akan ditingkatkan ke depan.
Di titik ini, angka 22 seakan mengingatkan bahwa pembangunan sejatinya bukan soal kecepatan semata, melainkan konsistensi dan ketepatan. Visi besar memang penting, tetapi urusan-urusan kecil yang sering tertunda karena dianggap remeh, justru menentukan kualitas hasil akhirnya.
Bagian paling menarik dari tema ini adalah “bingkai kemuliaan.” Sebab kemuliaan bukan sesuatu yang bisa diumumkan, melainkan dirasakan. Ia hadir atau tidak hadir di ruang pelayanan publik, di cara kebijakan diterapkan, dan di bagaimana keputusan diambil, terutama ketika pilihan yang tersedia tidak selalu menyenangkan semua pihak.
Akhirnya, perayaan hari jadi OKU Timur bukan sekadar tentang angka atau tema. Ia adalah pengingat bahwa kebersamaan perlu dibuktikan, percepatan perlu diarahkan, dan kemuliaan perlu dijaga dalam praktik sehari-hari.
Publik, seperti biasa, tidak terlalu sibuk menghafal tema. Mereka hanya menunggu satu hal sederhana, apakah kali ini benar-benar melangkah bersama, atau sekadar berjalan berdampingan dalam foto bersama.
Redaksi

Discussion about this post