KiriMedia
  • Berita
  • Politik Rakyat
  • Ekonomi & Sosial
  • Lingkungan
  • Hak Asasi
  • Budaya & Lifestyle
  • Opini
  • Komunitas
  • Berita
  • Politik Rakyat
  • Ekonomi & Sosial
  • Lingkungan
  • Hak Asasi
  • Budaya & Lifestyle
  • Opini
  • Komunitas
No Result
View All Result
KiriMedia
No Result
View All Result

Media Center BPBD OKU Timur Itu Kebutuhan, Bukan Bonus

Air Naik Cepat, Informasi Jalan di Tempat

by redaksi
9 Januari 2026
in Berita, Opini
Home Berita

OKU Timur, Kiri Media – Setiap banjir datang, satu hal selalu konsisten, airnya cepat naik, informasinya lambat turun. Warga sudah sibuk menyelamatkan motor, ayam, dan dokumen. Media sosial sudah penuh video. Grup WhatsApp sudah berubah jadi pusat komando dadakan. Sementara yang ditunggu-tunggu, kabar resmi masih dalam tahap “menyusun”.

BPBD tentu bekerja. Tapi di zaman serba daring, kerja tanpa komunikasi itu seperti evakuasi tanpa peta, niatnya baik, arahnya bikin bingung.

Ketika Negara Kalah Cepat dari Status WA
Tanpa media center, publik hanya punya satu sumber, katanya.

Katanya air setinggi dada.
Katanya satu desa tenggelam.
Katanya sungai jebol.

Benar atau tidak, informasi itu tetap menyebar. Dan ketika BPBD akhirnya bicara, hoaks sudah lebih dulu jadi kebenaran alternatif.

Ada anggapan media center itu urusan pencitraan. Padahal justru sebaliknya. Yang berbahaya itu bukan terlalu banyak bicara, tapi terlalu lama diam. Media center bencana seharusnya sederhana, update rutin, satu suara resmi, data jelas, peta terdampak,dan nomor yang bisa dihubungi. Tidak perlu jargon. Tidak perlu seremoni. Cukup konsisten.

Banjir tidak menunggu konferensi pers.
Air tidak peduli naskah rilis belum rapi.
Kalau BPBD baru aktif setelah video warga tembus ribuan tayangan, itu artinya pemerintah daerah sedang tertinggal satu langkah oleh warganya sendiri.

Banjir mungkin soal hujan dan sungai.
Tapi kekacauan informasi itu murni soal tata kelola.

Kalau banjir sudah berulang tapi komunikasi masih darurat, mungkin yang perlu dibenahi bukan cuma drainase, melainkan cara negara berbicara di saat genting.

Karena di tengah bencana, informasi yang terlambat bisa sama berbahayanya dengan air yang naik.

Redaksi

ShareSend

Discussion about this post

Artikel Popular

  • Dari Rambusa ke Jakarta: Dua Siswi SMP OKU Timur “Menyeduh” Prestasi Nasional dari Daun Liar

    Dari Rambusa ke Jakarta: Dua Siswi SMP OKU Timur “Menyeduh” Prestasi Nasional dari Daun Liar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dunia Pendidikan OKU Timur Raih Prestasi Internasional di WICE 2025 Malaysia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tenaga Kesehatan, Anak Tiri ASN OKU Timur dalam Skema TPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terancam Dirumahkan, Ratusan Penyuluh Pertanian OKU Timur Menjerit di Tengah Regulasi ASN Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyalakan Terang dari Sekolah Sederhana, Ketulusan Guru OKU Timur yang Menginspirasi Provinsi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
KiriMedia

© 2025 KIRI.MEDIA

Navigasi Situs

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Berita
  • Politik Rakyat
  • Ekonomi & Sosial
  • Lingkungan
  • Hak Asasi
  • Budaya & Lifestyle
  • Opini
  • Komunitas

© 2025 KIRI.MEDIA