OKU Timur, Kiri Media — Forum Komunikasi Organisasi Profesi Kesehatan (FKOPK) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur bersama Tim Relawan Aksi Tanggap Bencana dari berbagai organisasi profesi kesehatan menggelar pengobatan gratis dan pelayanan kesehatan terpadu bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Melati Jaya, Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten OKU Timur, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), serta organisasi profesi kesehatan lainnya di OKU Timur. Aksi tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi kesehatan sebagai respons atas dampak bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Sebanyak 30 tenaga kesehatan diterjunkan dalam kegiatan ini, terdiri dari 10 dokter, 15 perawat, 2 apoteker, dan 3 tenaga kesehatan lainnya. Mereka memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, hingga konsultasi medis secara langsung kepada masyarakat di lokasi terdampak.
Selain pelayanan kesehatan, relawan bersama pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan sosial kepada warga, berupa beras, mi instan, telur, serta makanan siang gratis yang disiapkan oleh SPPG Karang Melati bagi masyarakat sekitar.
Ketua FKOPK Kabupaten OKU Timur Aprizal, SKM., MM yang didampingi dr. Gondo Roleli, MARS dari IDI Cabang OKU Timur dan Ns. Ismail, S.Kep., M.H selaku Ketua DPD PPNI OKU Timur menyampaikan bahwa kegiatan tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur melalui Kepala Puskesmas Burnai Mulia sebagai puskesmas wilayah kerja.
“Kami hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat agar dapat kembali bangkit dan pulih pascabencana,” ujar Aprizal.
Kegiatan pengobatan gratis ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Melati Jaya dan sekitarnya. Tercatat ratusan warga memanfaatkan layanan kesehatan yang diberikan dan merasa terbantu dengan kehadiran langsung tenaga medis di tengah kondisi pascabencana banjir.
Redaksi

Discussion about this post