OKU Timur, Kiri Media – Reses sering kali dipandang sebagai ritual lima tahunan yang diulang tiap tahun, duduk, dengar, foto, selesai. Tapi di SMAS Yaiqli Jatimulyo, Kecamatan Madang Suku II, Kamis (12/2/2026), Fenus Antonius tampaknya ingin memastikan reses tak berhenti sebagai formalitas. Ia datang bukan hanya membawa telinga, tapi juga membawa peta jalan.
Di forum itu, anggota DPRD Sumatera Selatan dari Fraksi PAN yang juga menjabat sebagai Pimpinan Komisi II DPRD Sumsel tersebut menyampaikan bahwa usulan pembangunan SMA hingga TK sudah ia dorong masuk skala prioritas. Untuk TK, ia bahkan menyebut bantuan kementerian direncanakan turun sekitar April atau Mei. Sebuah tenggat yang jelas dan dalam politik, kejelasan waktu adalah bentuk keberanian.
Fenus membaca persoalan secara realistis: jika anggaran daerah masih terbatas dan belum sepenuhnya menjangkau semua kebutuhan, maka jalur pusat harus diperjuangkan. Sekolah swasta di OKU Timur, yang kerap berada di posisi rentan soal bantuan, menjadi fokus perhatiannya. Bukan untuk membenturkan negeri dan swasta, melainkan memastikan keduanya sama-sama berdiri di atas fondasi yang layak.
Yang membuat reses ini tak sekadar retorika, Fenus juga menyerahkan bantuan konkret: peralatan olahraga untuk menunjang aktivitas siswa, dana kegiatan ekstrakurikuler, serta dukungan anggaran untuk Alat Permainan Edukatif (APE). APE merupakan sarana permainan yang dirancang merangsang perkembangan kognitif, motorik, dan emosional anak, baik digunakan di dalam maupun luar ruangan. Bantuan ini setidaknya menjadi bukti bahwa komitmen tak selalu harus menunggu anggaran besar turun.
Di tengah skeptisisme publik terhadap janji politik, langkah seperti ini menjadi penting. Fenus tak hanya berbicara tentang keberpihakan pada pendidikan, tapi juga mulai menunjukkannya dalam tindakan. Kini, publik tinggal menunggu April atau Mei sebagai babak berikutnya. Jika realisasi berjalan sesuai rencana, maka reses di Jatimulyo ini bukan hanya soal citra., melainkan tentang konsistensi yang dijaga dan komitmen yang ditegakkan.
Redaksi

Discussion about this post