OKU Timur, Kiri Media – Tidak setiap hari halaman sekolah dipenuhi barisan siswa yang berdiri tegap membentuk lorong kehormatan. Kamis (12/2/2026), suasana itu terlihat di SMAS Yaiqli Jatimulyo, Kecamatan Madang Suku II. Fenus Antonius datang untuk reses menyerap aspirasi sekolah, dan siswa-siswi menyambutnya dengan prosesi tongkat pora, sebuah gestur penghormatan yang biasanya identik dengan momen penting.
Penyambutan itu bukan sekadar formalitas. Ada ekspektasi yang ikut berbaris bersama tongkat-tongkat yang terangkat rapi. Pendidikan, seperti kita tahu, selalu menjadi janji yang paling mudah diucapkan dan paling sulit dirampungkan.
Fenus, anggota DPRD Sumatera Selatan dari Fraksi PAN yang juga menjabat Pimpinan Komisi II DPRD Sumsel, tampaknya memahami betul panggung yang sedang ia pijak. Dalam forum tersebut, ia tak hanya mendengar keluhan soal fasilitas dan kebutuhan sekolah, tetapi juga memaparkan langkah yang ia sebut sebagai strategi, jika anggaran daerah belum cukup longgar, maka jalur kementerian yang harus diperjuangkan.
Reses pun tidak berhenti pada dialog. Fenus menyerahkan bantuan peralatan olahraga untuk mendukung aktivitas siswa, bantuan dana kegiatan ekstrakurikuler, serta dukungan anggaran untuk Alat Permainan Edukatif (APE). APE ini bukan sekadar mainan, melainkan sarana yang dirancang untuk merangsang perkembangan kognitif, motorik, hingga emosional anak, baik di dalam maupun luar ruangan. Setidaknya, ada sesuatu yang langsung bisa dipakai, bukan sekadar dicatat dalam notulen.
Tongkat pora hari itu mungkin hanya seremoni beberapa menit. Tapi harapan yang menyertainya jelas lebih panjang. Publik tentu tak hanya mengingat barisan siswa yang menyambut, melainkan juga tindak lanjut setelahnya. Sebab pada akhirnya, yang membuat reses dikenang bukanlah megahnya penyambutan, melainkan sejauh mana komitmen benar-benar berjalan.
Redaksi

Discussion about this post