OKU Timur, Kiri Media — Di sela-sela reses hari pertama, Anggota DPRD Sumatera Selatan Fraksi PAN, Fenus Antonius, memilih cara yang agak berbeda dari stereotip agenda serap aspirasi. Ia tak hanya duduk di balai desa menunggu warga datang, tetapi berjalan kaki menyusuri lingkungan di wilayah Madang Suku II, menyambangi rumah-rumah warga untuk berdialog langsung, Madang Suku II, Rabu (11/2/2026).
Langkah kaki Fenus berhenti di sejumlah rumah ibu-ibu rumah tangga yang menjalankan usaha kecil. Dari obrolan ringan soal harga bahan baku hingga keluhan sepinya pembeli, diskusi berlangsung tanpa sekat protokoler. Di tengah kondisi ekonomi yang bikin pelaku UMKM harus pintar-pintar bertahan, percakapan semacam ini terasa lebih membumi ketimbang paparan panjang lebar soal program.
Tak datang dengan tangan kosong, Fenus juga berjanji akan memberikan bantuan perlengkapan usaha bagi beberapa ibu rumah tangga pelaku UMKM. Bantuan ini memang bukan jurus sakti yang langsung mengubah nasib, tapi setidaknya nanti akan memberi tambahan amunisi bagi mereka yang setiap hari berjibaku menjaga dapur tetap mengepul.
Tak hanya menyasar pelaku usaha kecil, Fenus juga menyempatkan diri berdialog dengan puluhan pelajar disalah satu sekolah di Madang Suku II. Obrolannya berkisar pada pendidikan, harapan masa depan, hingga tantangan yang mereka hadapi. Di tengah biaya pendidikan yang kerap bikin orang tua menghela napas panjang, ruang dialog seperti ini jadi penting, asal tidak berhenti sebagai catatan manis di buku reses.
Reses pada akhirnya memang soal mendengar. Tapi mendengar saja tentu tak cukup. Yang ditunggu warga Madang Suku II bukan sekadar langkah kaki dan sesi foto, melainkan sejauh mana suara mereka benar-benar diperjuangkan di ruang rapat DPRD Sumsel. Karena aspirasi, seperti janji, akan selalu diuji setelah agenda resmi selesai.
Redaksi

Discussion about this post