OKU Timur, Kiri Media — Banjir masih melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Berdasarkan Update Laporan Pusdalops-PB BPBD OKU Timur per Sabtu (10/1/2026) pukul 17.00 WIB, sebanyak 2.624 rumah atau kepala keluarga (KK) terdampak banjir bandang, banjir genangan, serta luapan Sungai Muara Balak, Sungai Macak, dan sejumlah anak sungai lainnya.
Banjir tercatat terjadi di tujuh kecamatan, dengan dampak terbesar berada di Kecamatan Belitang II (1.108 KK) dan Kecamatan Semendawai Suku III (1.037 KK). Selain itu, banjir juga merendam permukiman di Kecamatan Belitang III, Belitang Mulya, Belitang, dan Semendawai Timur. BPBD menyebut hujan dengan intensitas sangat lebat sejak Kamis (8/1/2026) menjadi pemicu utama, diperparah oleh banjir kiriman dari wilayah sekitar.
Tak hanya rumah warga, fasilitas kesehatan turut terdampak. BPBD mencatat genangan air terjadi di sejumlah puskesmas dan poskesdes, termasuk Puskesmas Totorejo dan Puskesmas Bangsa Negara, serta beberapa pos kesehatan desa di wilayah kerja Puskesmas Taraman. Di sisi lain, lahan pertanian, persawahan, dan peternakan warga juga dilaporkan ikut terdampak, meski belum dirinci nilai kerugiannya.
Dalam penanganan darurat, BPBD bersama unsur terkait telah melakukan kaji cepat, evakuasi, serta penyaluran bantuan. Bantuan logistik datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten OKU Timur, dan Kementerian Sosial, berupa ribuan paket makanan siap saji, selimut, kasur, tenda, hingga perlengkapan anak. Posko kesehatan dan dapur umum juga dikerahkan di sejumlah titik terdampak.
Meski sebagian wilayah mulai surut, kondisi di lapangan masih dinamis. BPBD mencatat data terdampak di Kecamatan Belitang II meningkat dari 871 KK menjadi 1.108 KK dalam pembaruan terakhir. Sejumlah desa masih tergenang, sementara desa lain telah kembali dapat diakses. Pergerakan angka ini menunjukkan pendataan masih berlangsung, sekaligus menjadi catatan penting agar informasi kebencanaan disampaikan lebih konsisten dan terkoordinasi ke publik.
Redaksi




Discussion about this post