RETEH, Kiri Media — Malam di Reteh mendadak berubah tegang. Di tengah gelapnya aliran Sungai Batang Gansal, seorang penyidik muda bernama Aipda Muhamad Murdani bergerak cepat setelah menerima kabar panas: ada speedboat misterius yang diduga membawa sabu dalam jumlah besar.
Informasi itu masuk Sabtu malam, 8 November 2025, sekitar pukul 21.00 WIB. Tanpa pikir panjang, Murdani segera melapor ke Kapolsek Reteh AKP Syahril SH. Perintah turun, tim langsung digerakkan. Target: sebuah speedboat yang melaju sunyi menuju Reteh.
Menjelang subuh, sekitar pukul 04.30 WIB, mata personel Polsek Reteh menangkap siluet kapal kecil melintas cepat di perairan Batang Gansal. “Itu dia!” seru anggota di lapangan. Di bawah komando Murdani, pengejaran dimulai. Mesin perahu petugas meraung, menembus pekatnya malam sungai.
Beberapa menit yang terasa panjang, speedboat berhasil dipotong lajunya. Dua pria di dalamnya tak berkutik. Mereka dibawa ke Pelabuhan LKMD Pulau Kijang untuk diperiksa lebih lanjut.
Di sana, Murdani memimpin sendiri proses penggeledahan. Lambung kapal dibuka, dan satu per satu paket mencurigakan diangkat. Total ada 19 bungkus besar, semuanya terikat rapi. Saat satu paket dibelah, tampak serbuk kristal putih berkilau di bawah cahaya lampu. Diduga kuat merupakan sabu.
Tanpa menunggu lama, barang bukti diamankan dan kedua pelaku digelandang ke Mapolsek Reteh. Operasi yang penuh risiko itu menjadi salah satu pengungkapan narkoba terbesar di wilayah tersebut tahun ini.
“Kerja tim dan dukungan warga sangat membantu. Kami akan kembangkan terus siapa di belakang mereka,” ujar Murdani.
Aksi cepat dan keberanian Kanit Reskrim muda ini kembali jadi bukti bahwa jalur perairan Inhil bukan tempat aman bagi penyelundup narkoba.
Redaksi

Discussion about this post