Aceh, Kiri Media — Polemik pemulihan kelistrikan di Aceh memasuki babak baru setelah Ketua DPRK Banda Aceh, Irawansyah, ST, menyampaikan kritik terbuka kepada Dirut PLN Darmawan Prasodjo.
Melalui akun Instagramnya @irwansyah_st2, politisi PKS itu memposting kondisi Aceh yang masih gelap gulita setelah banjir besar melanda hampir seluruh wilayah. Unggahan tersebut viral hanya beberapa jam setelah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Dirut PLN mengklaim bahwa 93% kelistrikan Aceh telah pulih, klaim yang kemudian dipandang publik sebagai informasi menyesatkan.
Dalam unggahannya, Irawansyah tidak hanya mengungkapkan kekecewaan, tetapi juga menuntut Darmawan mundur dari jabatan karena dianggap gagal mengatasi krisis listrik.
Ia menyebut pernyataan pemerintah dan PLN sebagai “prank” terhadap korban banjir Aceh yang telah hidup dalam kondisi memprihatinkan selama dua pekan tanpa listrik. Kritik keras itu memantik respons besar di media sosial, terutama karena kondisi pemadaman yang berkepanjangan memengaruhi layanan dasar seperti air bersih, rumah sakit, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketua DPRK menegaskan bahwa apresiasinya tetap diberikan kepada para pekerja lapangan PLN, namun menyebut kegagalan justru berada pada level pimpinan.
Ia menilai Dirut PLN tidak menjalankan langkah strategis yang semestinya bisa diambil seorang pengambil keputusan nasional dalam situasi darurat. Menurutnya, persoalan Aceh tidak hanya soal perbaikan tower listrik, tetapi soal kebijakan cepat seperti pengiriman genset, pembangkit sementara, hingga prioritas pelayanan vital.
Dalam narasi panjangnya, Irawansyah menyampaikan bahwa selama lebih dari 15 hari masyarakat Aceh dibiarkan menderita tanpa kebijakan signifikan dari pucuk pimpinan PLN.
Ia juga mempertanyakan alasan blackout terbaru yang disebut terjadi akibat kegagalan sinkronisasi setelah perbaikan tower selesai. Kritik itu diarahkan langsung kepada Dirut PLN dengan menyinggung soal empati, kapasitas, dan keseriusan dalam menangani bencana.
Berikut isi lengkap narasi Irawansyah sebagaimana diposting di Instagramnya (dikutip apa adanya tanpa perubahan):
Apresiasi saya diparagraf awal untuk seluruh pekerja PLN dilapangan..
Maaf sblmnya..saya bicara distatus ini..kalau ada yg big cuma bs ngomong/bacot..ya, karena saya digaji negara utk ngomong, dan anda pak Dirut, digaji besar, memang untuk kerja, jadi kita sdg menjalankan tugas msg2.
Jadi Pak Dirut PLN @pln_id Yth.
Sdh 15 hari lebih anda (berhasil) membuat kami menderita, bukan sehari dan sepekan.. ingat.. 15 hari.
Satu kesimpulan sederhana saya utk anda; anda kurang (tidak) punya HATI. Anda tidak serius menangani musibah yang kami alami, ntah mgkn anda trmasuk yg diawal-awal musibah ini yang menganggap musibah Aceh / Sumatera hanya heboh di Medsos, atau karena mmg tidak mampu
2 pekan lebih anda gagal memberi kebijakan penting utk layani dan hargai kami sebagai manusia, yg masih warga Indonesia. Anda menunggu perbaikan tower, yg itu sdh dikerjakan oleh ratusan bahkan ribuan staf anda. Tp apa yg anda kerjakan diluar itu? Apa yg anda fikirkan diluar itu? NO…menurut saya.
Kalau kerja dg Hati, anda sdh punya langkah2 strategis utk bantu kami lepas dr penderitaan ini. Anda bs kirim banyak Genset kemari (genset utk RS, utk SPBU, genset utk PDAM, genset utk masjid2, dll), anda bs kirim Pembangkit sementara kemari utk menambah daya PLTD Lueng Bata, dan berbagai opsi lainnya, yang itu ada dilevel anda..bukan dilevel pegawai PLN yg sdg bertaruh nyawa kerja dilapangan.
Jangan ‘manipulasi’ kami dg video2 kerja staf anda yang memang luar biasa, heroik, penuh dedikasi. Kerja anda bukan itu..tp kerja anda adalah keluarkan keputusan penting utk kami di Banda Aceh dan Aceh.. sembari selesainya tower diperbaiki.
Skrg.. tower selesai, masalah baru engkau beritakan, bahwa terjadi black out karena singkronisasi, dan gagallah normalisasi listrik di Aceh. Ntah lah..saya terlalu BODOH utk memahami penjelasan anda..yg jelas.. anda gagal memanusiakan kami..sebagai manusia dan juga warga Indonesia.
Satu harapan saya.. MUNDUR lah Pak.. kalau anda tdk mampu, dan tdk bs bekerja dg HATI.. mgkn ada sosok lain bisa duduk diposisi itu.
Kritik ini menambah tekanan publik terhadap PLN dan pemerintah pusat untuk menjelaskan kondisi sebenarnya serta mempercepat pemulihan listrik di Aceh.
Sementara itu, masyarakat masih menunggu langkah tanggap darurat yang lebih konkret, mengingat pemadaman panjang telah mengganggu layanan penting dan memperburuk dampak bencana.
Redaksi

Discussion about this post